Tampilkan postingan dengan label Wawasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wawasan. Tampilkan semua postingan

MATERI RINGKAS BAHAN TRAINING 1150A DVOR


PMDT (Portable Maintenance Data Terminal)

Untuk pengoperasian system 1150A DVOR /1119A DME dengan laptob (PMDT) langkah-langkahnya adalah sbb :


  • Hubungkan kabel USB dari PMDT (laptob) ke ‘USB port’ di RMS card transmitter.
  • Pilih ‘icon’ (simbol) PMDT di layar monitor, click 2x tombol sebelah kiri touch pad, maka anak muncul tampilan SELEX SISTEMI INTEGRATI.
  • Pastikan port nya sudah benar dengan: [System>>PMDT Setup>> Direct COM port], pilih port yang sesuai !


Setelah itu selesai, lalu untuk koneksi dengan system DVOR, mulai lagi dengan : [System>>Connect>>Serial/USB], lalu akan muncul permintaan :



Login : maaf tidak di publikasi

Password :  maaf tidak di publikasi [Enter]

Akan muncul tampilan di layar PMDT :

[Connected] (warna hijau)


Tampilan-Tampilan Penting Untuk Mengetahui Status 1150A DVOR Trasnmitter

1. Monitors (atau Monitor 1/2) >> Data >> Integral :   

Berupa informasi terpenting semua data dari system transmitter yang menjadi acuan kita untuk maintenance system. Tidak ada adjustment yang dapat dilakukan disini, hanya untuk melihat apa yang terjadi dengan transmitter.
Akan menampilkan data-data :

  • Azimuth Angle

Berupa informasi (….⁰) yang menyatkan posisi antenna NFM (Near Field Monitor). Posisi antenna NFM ini dapat diletakkan dimana saja, dan jarak standar dari antenna carrier adalah 92 meter (300 feet).
  • 30 Hz Modulation
Berupa informasi (ex.30%), % modulasi dari sinyal 30 Hz AM (reference signal) yang dipancarkan oleh antenna carrier.
  • 9960 Hz Modulation
Berupa informasi (ex.30%), % modulasi dari sinyal subcarrier 9960 Hz (variable signal) yang dipancarkan oleh antenna sideband dengan rotasi 30 putaran/detik (yang akan menghasilkan sinyal 30 Hz FM).
  • Deviation
Berupa informasi (ex. 16.0), yaitu deviation ratio dari ‘deviation frequency/modulating frequency’, yaitu 480Hz/30Hz = 16.0)
  • RF Level
Berupa informasi level tegangan 2.5 Vdc dari composite signal. Data yang ditampilkan adalah (0.0 dB).
  • Ident Modulation
Berupa informasi (ex. 8.0%), % modulasi dari ident tone (1020 Hz) yang dipancarkan oleh antenna carrier.

  • Ident Status
Berupa informasi yang menyatakan apakah ‘Ident’ ada atau tidak. Tampilan berupa [NORMAL, atau NO IDENT].
  • Ident Code
Berupa informasi ident (ex. PLW untuk Palu) dari DVOR.
  • TX Power
Berupa informasi data carrier output power (range dapat disetting dari 50 W – 100 W).

  • Tx Frequency
Berupa informasi frequency carrier dari DVOR (ex. Palu 116.0MHz).
  • Tx Frequency Error

2. [Monitors>>Configuration>>Alarm Limits] : 
Tempat kita untuk setting batas data berupa ‘alarm limits’ (alarm low, pre alarm low, pre alarm high, alarm high). Adjustment yang dilakukan disini TIDAK akan mengubah parameter dari transmitter (tidak akan mengubah pancaran/performansi signal yang dipancarkan).

  • Monitor ½ >> Offsets and Scale Factors :Disini kita bisa mengubah (memperbaiki) tampilan data di [Monitor x>>Data>>Integral]. Normalnya kita lakukan setelah selesai Flight Check.
Contoh :
Di [Monitor 1/2>>Data>>Integral], 9960 Hz Modulation terbaca 29.4%, tapi kenyataannya data FC adalah 30.1.

Maka untuk menyamakannya dengan data dari FC, kita lakukan langkah-langkah sbb :

[Monitor ½ >> Offsets and Scale factors], lakukan adjustment (dinaikkan) di 9960 Hz Modulation Scale. Lihat kembali data ‘9960 Hz Mod’ di Monitor>>Data. Lakukan adjustment sampai data terbaca adalah 30.1% sesuai dengan data dari FC.
  • Monitor ½ >> Test Signal Output (J3) :Dari sini kita dapat melihat di Oscilloscope ‘Composite Signal’, yaitu signal yang dipancarkan oleh system DVOR dan yang ditangkap oleh antenna NFM.

Dengan cable BNC, Oscilloscope kita hubungkan ke ‘J3’ di Monitor (1/2) CCA.
  


TRANSMITTER Screen di PMDT


  • [Transmitter >> Data >> Transmitter1 atau Transmitter2] :
Dari tampilan ini kita dapat menegathui data-data berupa ‘Carrier Power, Sideband 1, Sideband 2, Sideband 3, Sideband 4, Frequency Carrier, LSB USB, 30 Hz AM dan 30 Hz FM, VSWR, dari transmitter yang sedang ‘On-the air’.

  • [Transmitter >> Configuration >> Nominal] :

Digunakan untuk setting awal transmitter atau re-adjustment, yaitu : Azimuth Index, Output Power, Voice Modulation, Ident Modulation, Reference Modulation, SBO RF Level.

(Adjustment yang dilakukan akan mempengaruhi/mengubah parameter di transmitter1 dan juga di transmitter 2).
JADI HATI-HATI UNTUK MELAKUKAN ADJUSTMENT DI BAGIAN INI !!!
  •  Azimuth Index
Menyatakan ‘ketepatan’ arah pada waktu pesawat melakukan inbound (menuju ke bandara tujuan dengan referensi terhadap DVOR). Ketepatan ini sangat ditentukan oleh posisi antenna sideband no. 1 terhadap magnetic north).
Contoh :
Azimuth Index : 2.5, ini berarti antenna sideband offset (bergeser -2.5⁰) terhadap magnetic north bumi.
  • Output Power
Adjustment untuk power carrier output yang dari Power Amplifier. Setting power output (mis: 50 watt, atau 80 watt atau 100 watt) di bagian ini harus sama dengan pembacaan di alat ukur RF Wattmeter.
  • Voice Modulation
Setting dan Adjustment untuk ‘Voice Modulation’ (…%).
  • Ident Modulation
Setting dan Adjustment untuk ‘Ident Modulation’, 1020 Hz tone (…%).
  • Reference Modulation
Setting dan Adjustment untuk ‘reference signal’ 30 Hz AM Modulation, (….%).
  • SBO RF Level 
    Setting dan Adjustment untuk SBO (sideband power). 
    Pada waktu setting pertama sekali, umumnya ‘SBO RF Level’ di set ke 50.0%. Kemudian ‘Adjustment’ untuk masing-masing Sideband 1, Sideband 2, Sideband 3 dan Sideband 4, dilakukan melalui [Tranmsitter>>Configuration>>Offsets and Scale Factors (1/2)].
  • Transmitter >> Configuration >> TX1 (or TX2) :

Juga digunakan untuk setting awal transmitter atau re-adjustment, yaitu : Azimuth Index, Output Power, Voice Modulation, Ident Modulation, Reference Modulation, SBO RF Level.


(Perbedaannya adalah adjustment yang dilakukan akan mempengaruhi atau mengubah parameter hanya di satu saja, yaitu transmitter1 saja ATAU transmitter 2 saja). 

  • Azimuth Angle Offset
(untuk TX1 saja atau TX2 saja)
Contoh :

Azimuth Index : 2.5⁰, ini berarti antenna sideband offset (bergeser -2.5⁰) terhadap magnetic north bumi.

Misalnya kalau hanya untuk mengubah di Transmitter 1 saja, maka : [Transmitter >> Configuration >> Offsets and Scale factors], lakukan adjustment di ‘Azimut Angle Offset’ di kolom TX #1, ketik 2.5⁰.

  • Output Power Scale

(untuk TX1 saja atau TX2 saja)

Adjustment untuk power carrier output yang dari Power Amplifier.


Contoh :

Setting power output di [Transmitter>>Configuration>> Nominal], di set ke (miss. 80 watt) dan untuk TX #1 sudah pas 80.0 watt, TETAPI ketika TX #2 belum pas 80 watt, maka untuk menyamakan dengan TX #1, adjustment dilakukan di [Transmitter>>Configuration>>Offsets and Scale Factors >> Ouput Power Scale >> TX #2].  
  • Voice Modulation Scale 
(untuk TX1 saja atau TX2 saja)
Setting dan Adjustment untuk ‘Voice Modulation’ (…%).

  • Ident Modulation Scale

(untuk TX1 saja atau TX2 saja)

Setting dan Adjustment untuk ‘Ident Modulation’, 1020 Hz tone (…%).
  • Reference Modulation Scale
    (untuk TX1 saja atau TX2 saja) 
Setting dan Adjustment untuk ‘reference signal’ 30 Hz AM Modulation, (….%).
  • Sideband (1/2/3/4) RF Level Scale
    Setting dan Adjustment untuk Side band (SB 1, SB2, SB 3 dan SB4). Pada waktu setting pertama sekali, umumnya ‘SBO RF Level’ di set ke 50.0%. Kemudian ‘Adjustment’ untuk masing-masing Sideband 1, Sideband 2, Sideband 3 dan Sideband 4, dilakukan melalui [Tranmsitter>>Configuration>>Offsets and Scale Factors].
Contoh :
Untuk SB1 (dengan RF Wattmeter terpasang di SB1, J25 connector di bagian Commutator antenna), dengan setting SBO RF Level : 50.0% [Transmitter>>Configuration>>Nominal], power yang terbaca adalah 1.3 watt. Kita ingin menaikkan ke 1.8 watt. 
Maka langkah-langkah yang dilakukan adalah :
[Transmitter>>Config>>Offsets & Scale Factors>> Tx1 atau Tx2],
di kolom ‘Side band 1 RF Level Scale’, kita lakukan adjustment sampai pembacaan di RF Wattmeter mencapai 1.8 watt.
Untuk SB2, sama dengan di atas, HANYA adjustment di lakukan di Side band 2 RF Level Scale.
Untuk SB3, sama dengan di atas, HANYA adjustment di lakukan di Side band 3 RF Level Scale.
Untuk SB4, sama dengan di atas, HANYA adjustment di lakukan di Side band 4 RF Level Scale.
  • Transmitter Phasing
Transmitter phasing adalah procedure yang sangat terpenting untuk dilakukan, karena ini menyangkut mixing (bercampurnya sinyal) di udara dengan phase yang benar (Space Modulation). Phasing yang tepat akan menghasilkan modulasi 9960 Hz yang optimum, sehingga dengan demikian sinyal yang dipancarkan akan diterima dengan baik oleh pesawat dengan ‘error’ sekecil mungkin.
  • Sideband Phasing
Untuk system 1150A DVOR, sideband phasing berbeda dengan sideband to sideband phasing pada system 1150 DVOR (old system).
Pada system 1150A DVOR, phasing terhadap sideband dilakukan di masing-masing sideband, yaitu Sideband 1, Sideband 2, Sideband 3 dan Sideband 4.
Adjustment dilakukan di :
[Transmitter>>Configuration>>Offsets and Scale Factors>>TX #1 atau TX #2] : 
Sideband 1 Phase Offset
Sideband 2 Phase Offset
Sideband 3 Phase Offset
Sideband 4 Phase Offset
Pocedure Sideband Phasing (Performance Check/Alignment)
Dibawah ini adalah langkah-langkah procedure untuk alignment Sideband Amplifier, yaitu :
  1. System diaktifkan dalam ‘By-pass’ mode
  2. Dengan menggunakan DVM (Digital Volt Meter), periksa tegangan di SB1/2:
    • TP1 (1A4A1), SB1 PHS DET, adjust R1, sehingga tegangan 0.90 – 0.95 Vdc.
    • TP5 (1A4A1), PHS ERROR, adjust R1, sehingga tegangan 0.89 – 0.91 Vdc.
    • TP4 (1A4A1), MEAN/DYN PHS, pastikan tegangan 2.0 – 9.0 Vdc. Jika tidak dalam range ini, lakukan adjustment dengan R1.
    • TP7 (1A4A1), SB1 PHS DET, adjust R4, sehingga tegangan 0.90 – 0.95 Vdc.
    • TP11 (1A4A1), PHS ERROR, adjust R4, sehingga tegangan 0.89 – 0.91 Vdc.
    • TP10 (1A4A1), MEAN/DYN PHS, pastikan tegangan 2.0 – 9.0 Vdc. Jika tidak dalam range ini, lakukan adjustment dengan R4.
  3. Lakukan hal yang sama untuk SB3/4 (Sideband 3 & Sideband 4).
  4. Lakukan adjustment melalui [Transmitter>>Configuration>>Offsets and Scale Factors], adjust ‘Sideband 1 Phase Offset’ dan ‘Sideband 2 Phase Offset’ sehingga tegangan di TP6 (1A4A1) mencapai (0.0 Vdc ±0.1 Vdc).
  5. Nilai ( ⁰) perbedaan yang terjadi antara ‘SB1 Phase Offset dengan SB2 Phase Offset’ paling tepat adalah 0. Misal, jika terjadi perbedaan sampai 10⁰ antara SB1 Phase Offset dengan SB2 Phase Offset, maka sebaiknya diset SB1 Phase Offset menjadi -5⁰ dan SB2 Phase Offset menjadi +5⁰.
  6. Lakukan adjustment di PMDT, [Transmitter>>Configuration>>Offset and Scale Factors], pada bagian ‘Sideband RF Level Scale’ set ke 100.
  7. Adjust sideband amplifier supaya outputnya sama dengan sideband yang lainnya (R3 untuk mengubah power Sideband 1 atau Sideband 3, R6 untuk mengubah power output Sideband 2 atau Sideband 4).
  8. RMS>>Config Backup.
  • Carrier to Sideband Phasing
Adjustment dilakukan untuk mendapatkan ‘% modulasi 9960 Hz’ yang maksimum di udara tanpa menaikkan Sideband RF Level (Sideband power).
Dengan mengamati ‘Composite Signal’ di Oscilloscope yang terhubung ke ‘J3 (Test) connector’ di Monitor CCA, maka adjustment ‘Reference to Sideband Phase Offset’ dapat dilakukan dengan tepat.
Carrier-Sideband Phase Offset (Course), adalah penambahan panjang cable secara electronic (program) dengan perubahan 0⁰, 90⁰, 180⁰, 270⁰, 360⁰.
Carrier-Sideband Phase Offset (Fine), adalah menambah atau mengurangi panjang cable secara electronic (-50⁰ sampai dengan +50⁰) dengan perubahan terkecil setiap 1.0⁰.


FLIGHT COMMISSIONING

Langkah-langkah di bawah ini adalah procedure yang dilakukan selama pelaksanaan Flight Commissioning atau Flight Check secara periodic. 
Point-point yang di check adalah :
Reference Modulation (30 Hz AM Modulation) 
Ketika pertama kali dicheck adalah TX #1.
Maka untuk adjustment ’30 Hz AM Modulation’ ketika diminta untuk menaikkan atau menurunkan : (Nominal data : 30.0%
[Transmitter>>Configuration>>Offsets and Scale Factors>>Tx #1],Lakukan adjustment di : [Reference Modulation Scale], sehingga pembacaan di FC menjadi 30.0%
Ketika change ke TX #2, 
[Transmitter>>Configuration>>Offsets and Scale Factors>>Tx #2], Lakukan adjustment di : [Reference Modulation Scale], sehingga pembacaan di FC menjadi 30.0%

9960 Hz Modulation

Ketika di TX #1, untuk adjustment ‘9960 Hz Modulation’ dapat dilakukan :
[Transmitter>>Configuration>>Nominal]
Lakukan adjustment pada ‘SBO RF Level’.
Pada waktu di TX #2, maka untuk adjustment ‘9960 Hz Modulation’ ini dilakukan melalui :
[Transmitter>>Configuration>>Offsets and Scale Factors>>Tx #2], maka di kolom TX #2, lakukan adjustment pada “TX Sideband RF Level Sclae”

Atau :

Kalau power masing-masing sideband 1,2,3,4 tidak sama, maka lakukakan adjustment seperti di bawha ini :
[Transmitter>>Configuration>>Offsets and Scale Factors>>Tx #2], maka di kolom TX #2, lakukan adjustment pada :
  • SBO1 RF Level Scale, (misal data adalah 100.0)
  • SBO2 RF Level Scale, (misal data adalah 101.5)
  • SBO3 RF Level Scale, (misal data adalah 98.5)
  • SBO4 RF Level Scale, (misal data adalah 102.3)
Masukkan perubahan dengan skala yang sama. Misalnya pada ‘SBO1 RF Level Scale’ dinaikkan ‘5.0’, menjadi 105.0, maka ‘SBO2 RF Level Scale’ menjadi 106.5, SBO3 RF Level Scale 103.5, dan SBO4RF Level Scale menjadi 107.3.

Error
Setelah pengechekan ’30 Hz Modulation’ dan ‘9960 Hz Modulation’, maka FC akan melakukan ‘INBOUND’ untuk pengechekan ‘ERROR’. Error yang dimaksud di sini adalah seberapa jauh peyimpangan yang terjadi terhadap posisi runway.
Misalnya, pada waktu INBOUND, FC mengatakan ‘Error’ +2.0⁰, dan kita diminta untuk membuat ke 0.0⁰, maka kita lakukan adjustment di :
[Transmitter>>Configuration>>Nominal>>Azimuth Index], 
Misal pada Azimuth Index: 0.0⁰, maka data baru adalah -2.0⁰
Pada waktu change ke TX #2, Error nya adalah -0.5⁰, maka adjustment dilakukan pada : 
[Transmitter>>Configuration>>Offsets and Scale Factors>> Azimuth Angle Offset>>TX #2],
maka lakukan perubahan sebesar +0.5⁰ terhadap data yang ada. 

9960 Hz Deviation
Tidak ada adjustment pada ‘9960 Hz Deviation’, ini karean langsung didapat dari hasil phasing DVOR, juga fungsi dari diameter antenna sideband dan frequency DVOR. 
Nominal data adalah : 16.0
 

Ident Modulation
Adjustment untuk menaikkan % modulasi dari Ident tone.

Monitor Alarm

Menjelang terakhir dari Flight Check sebelum orbit 40 nM, FC akan meminta ‘monitor alarm’. Maksudnya disini adalah, ingin memastikan kalau terjadi pergeseran ±1⁰, maka system akan alarm. [Transmitter>>Configuration>>Nominal>>Azimuth index], maka lakukan pergeseran ±1⁰ dari nilai Azimuth index yang sekarang.
Contoh :
Azimuth Index di [Transmitter>>Nominal] : 2.5⁰.
Ketika FC meminta ‘-1.0 alarm’, maka di [Transmitter >> Configuration >> Nominal] di bagian ‘Azimuth Index’ kita masukkan data baru yaitu menjadi ‘1.5⁰’.


Orbit 40 nM (nutical miles)
Setelah itu, maka FC akan melakukan orbit 40 nM untuk mengechek coverage area dan juga untuk melihat apakah ada daerah-daerah yang restricted (penerimaan DVOR mengalami gangguan bisa jadi disebabkan oleh terrain, mis. Pegunungan).

 
Beberapa Command Yang Penting Untuk Diketahui

Untuk setting “Ident code” :

  • [Transmitter>>Configuration>>Nominal], lalu ketikkan di bagian colom ‘Ident’, Ident code yang sesuai dengan bandara setempat.
  • Untuk meng-aktifkan (menon-aktifkan) “IDENT” :
  • [Transmitter>>Commands>>Transmitter Ident>> Normal (Off)]
  • Untuk mendengarkan ‘Ident code’ apakah sudah sesuai : [RMS>>Command>>Select Audio>>Monitor #1 Ident / Monitor #2 Ident].



Maintenance Alert’ (Yellow LED) masih hidup, maka ada beberapa penyebabnya, yaitu :
  • System masih dalam kondisi “Local Control” (Local Control masih aktif).
  • System dalam kondisi ‘Standby TX (yang bukan sebagai main transmitter)’ connected to antenna. Untuk ini, supaya maintenance alert LED off, pilih (tekan) di bagian LCU transmitter yang ke antenna sebagai ‘main’
  • Atau bisa dilihat ke :
  • [RMS>>Status], atau

  • [RMS>>Data], atau

  • [RMS>>Configuration>>General / Power Supply Limits], atau

  • [Monitors>>Data>>Notch Monitor atau Sideband Antenna VSWR], atau

  • [Transmitter>>Data>> Status – TX#1 atau Status – TX#2]
  • Kalau penyebab maintenance alert adalah ‘Notch Monitor’, maka di [Monitors>>Configuration>>General], Disable Notch Monitor. 
  • Kalau penyebab maintenance alert adalah ‘Sideband Antenna VSWR’, maka [Monitors>>Configuration>>Alarm Limits], adjust limits di bagian ‘Sideband VSWR’. 
  • Kalau penyebab maintenance alert adalah ‘Sideband 1/2/3/4 Reflected Power’ di [Transmitter>>Data>>TX-#1 status atau TX-#2 Status], maka di [Transmitter>>Configuration>>Offsets and Scale Factors], adjust ‘Sideband VSWR Offset’ di kolom TX-1 atau TX-2. 
  • Kalau penyebab maintenance alert adalah ‘Sideband Antenna VSWR’, di [Monitors>>Data>>Sideband antenna VSWR], maka di [Monitor 1/2>>Configuration>>Offsets and Scale Factors], adjust di bagian ‘Odd Antenna Sideband Return Loss Offset’ & ‘Even Antenna Sideband Return Loss Offset’, sehingga nilai 48 antenna sideband VSWR turun.


Sumber : Soft Copy dari Pak Robin Tampubolon (http://bdg.centrin.net.id/) 

NON DIRECTIONAL BEACON

Mari kita mengenl fasilitas navigasi udara, salah satunya adalah NDB (Non Directional Beacon), pengertian NDB adalah fasilitas navigasi penerbangan yang bekerja dengan menggunakan frekuensi rendah (low frequency) dan  dipasang pada suatu lokasi tertentu di dalam atau di luar lingkungan bandar udara sesuai fungsinya.

Antena NDB
NDB  memancarkan informasi dalam bentuk sinyal gelombang radio ke segala arah melalui antena, sinyalnya akan diterima oleh pesawat udara yang dilengkapi Automatic Direction Finder (ADF) yaitu perangkat penerima NDB yang ada di pesawat udara, sehingga penerbang dapat mengetahui posisinya (azimuth) relatif terhadap lokasi NDB tersebut.

Fungsi-fungsi NDB antara lain :

1. Homing
Yaitu stasiun NDB yang dipasang di dalam lingkungan bandar udara dan dioperasikan untuk memandu penerbang dalam mengemudikan pesawat udara menuju lokasi bandar udara.

2. En-Route
Yaitu stasiun NDB yang dipasang di luar lingkungan bandar udara pada suatu lokasi tertentu dan dioperasikan untuk memberikan panduan kepada pesawat udara yang melakukan penerbangan jelajah di jalur penerbangan yang terdapat Blank Spot.

3. Holding
Yaitu stasiun NDB yang dipasang di luar atau di dalam lingkungan bandar udara dan digunakan untuk memandu penerbang yang sedang melakukan holding yaitu mengunggu antrian dalam pendaratan yang diatur dan atas perintah pengatur lalu-lintas udara/controler.

4. Locator
Yaitu stasiun NDB low power yang dipasang pada perpanjangan garis tengah landasan pacu guna memberikan panduan arah pendaratan kepada penerbang pada saat posisi pesawatnya berada di kawasan pendekatan untuk melakukan pendaratan (coverage 10-25 NM).

Prinsip kerja NDB :

  1. Transmitter NDB selalu memancarkan sinyal
     a. Identifikasi (Dot & dash)
     b. Carrier
  2. Pesawat menerima sinyal NDB dengan suatu alat penerima yaitu Automatic Direction Finder (ADF).
  3. ADF memproses sinyal tersebut yang kemudian ditampilkan berupa informasi arah pada panel instrument  yaitu Radio Magnetic Indicator (RMI) atau Relative Bearing Indicator (RBI) dan juga informasi identifikasi berupa tone kode morse transmitter bersangkutan

Jenis-jenis NDB :

1. Low Range
Daerah cakupan (coverage range) antara 50 NM sampai dengan 100 NM   (1 NM = 1.853 km) dengan daya pancar  antara 50 watt sampai dengan 100 watt.

2. Medium Range
Daerah cakupan antara 100 NM sampai dengan 150 NM dengan daya pancar antara 100 watt sampai dengan 1000 watt.
3. High Range
Daerah cakupan (coverage range) antara 150 NM sampai dengan 300 NM atau lebih dengan daya pancar  antara 1000 watt sampai dengan 3000 watt.


Spesifikasi NDB :
  • Power         : 50 W – 3 kW
  • Frequency     : 190 – 535 kHz
  • Freq. tone     :  1020 Hz ± 50 Hz
  • Time untuk dot     : 100 – 150 mS
  • Time untuk dash     : 3 x dot
  • Spasi diantara tanda : 1 x dot
  • Spasi diantara huruf : 1 x dash
  • Lokasi ditandai dengan kode morse
  • sebagai identifikasi 2 atau 3 huruf (7 ident per menit).
 
Block Diagram NDB

Komponen-komponen utama NDB :

RF Oscillator
Menghasilkan frekuensi RF (carrier).

Tone Oscillator
Menghasilkan frekuensi tone 1020 Hz yang didalamnya berupa informasi identifikasi stasiun pemancar NDB.

Keyer
Untuk mengatur lama tidaknya periode dari closed/open dari saklar (membentuk kode morse).

M-S Modulator
Memodulasi sinyal tone yang di dalamnya berupa Pulse Width Modulation.

Power Amplifier (PA)
Sebagai penguat akhir yang sekaligus mencampur informasi (identifikasi pemancar) dan frekuensi carrier dengan menggunakan modulasi AM.

Antenna
Memancarkan sinyal termodulasi yang telah dikuatkan oleh Power Amplifier (PA).


Sumber : Bahan ajar TNU 32, STPI - Curug

AKIBAT BURUK SENI TATTO

Gambar tato punya sejarah panjang sebagai penghias tubuh, pemaknaan adat tertentu, budaya beberapa suku di berbagai negara, sampai diidentikkan dengan kenakalan, premanisme, ataupun kriminalitas. Untuk arti yang terakhir, mungkin masih ingat bagaimana pemilik gambar tato dipandang sebelah mata, karena umumnya mereka adalah preman atau pelaku kriminal. Gambar tato di tubuh mereka pun dianggap sebagai lambang kejantanan dan kekuasaan. Semakin banyak gambar tato memenuhi tubuhnya, maka orang tersebut akan semakin disegani dan ditakuti oleh yang lain.

Kerusakan Kulit Bekas Tato
Namun dunia kekinian sudah banyak berubah. Tattoo yang dahulu dianggap sebagai hal negatif, kini bergeser menjadi media aktualisasi diri serta dijadikan 'perhiasan' bagi tubuh. Seolah “kembali ke masa lampau”, gambar tato tidak lagi digunakan sebagai penanda kekuasaan. Makna gambar tato menjadi lebih dalam dari sebatas merajah kulit, karena setiap pemiliknya memberikan arti-arti tertentu pada setiap jengkal kulit yang disayat sedemikian rupa tersebut. Ini sebuah aktualisasi seni, dan pemilik gambar tato pun merambah ke berbagai kalangan orang “baik-baik”.

Tak hanya kaum pria yang gemar men-tattoo tubuhnya, karena kini gambar tato juga digemari kaum wanita, bahkan kalangan artis. Umumnya mereka merasa bangga dan memiliki prestise tersendiri saat memamerkan tattoo yang dimiliki
pada teman-teman ataupun publik luas. Terlebih bila gambar tato tersebut terbilang rumit dan jarang dimiliki.

Bagi yang memutuskan ingin menerapkan gambar tato di tubuh, sebaiknya pikir kembali baik-baik untung dan ruginya. Berkonsultasi dengan dokter juga penting bila memang berkeinginan kuat, karena resiko yang harus di hadapi cukup tinggi. Jangan sampai keinginan mempercantik tubuh malah menimbulkan masalah-masalah lain seperti berikut ini.

Rentan Terjangkit Penyakit
Orang-orang yang membuat tattoo di tubuhnya sangat rentan terjangkit penyakit seperti diabetes, kanker maupun penyakit-penyakit menular melalui darah. Bila anda menderita diabetes, lebih baik pikirkan lagi bila ingin menerapkan gambar tato permanen di tubuh. Penderita diabetes umumnya sulit sembuh bila terkena goresan atau memar, sehingga akan bertambah parah bila tubuh ditattoo. Selain itu, dengan proses merajah gambar tatto di tubuh juga rentan tertular penyakit seperti hepatitis maupun AIDS yang disebarkan orang lain akibat jarum yang tidak steril.

Beresiko Terkena Infeksi dan Alergi
Saat ditattoo berarti kulit anda 'dilukai' dengan jarum untuk kemudian dimasuki tinta. Bila orang yang mentattoo atau anda sendiri kurang menjaga kebersihan, maka luka akibat tattoo tersebut akan menjadi jalan masuk yang sangat terbuka bagi kuman dan dapat mengakibatkan infeksi. Akibatnya, anda dapat saja terkena tetanus atau infeksi-infeksi lainnya. Tinta yang dipergunakan untuk mewarnai tattoo pun mengandung pigmen berupa serat metal kecil yang merupakan campuran antara oksigen dan besi. Adanya zat besi tersebut dapat mengakibatkan reaksi alergi pada tubuh.

Mengalami Pembengkakan dan Pendarahan
Jika memang telah membulatkan tekad menggambar tato di tubuh, sebaiknya pilih tattoo artist profesional dan berpengalaman, dan jangan ditattoo oleh orang yang bukan ahlinya. Seorang tattoo artist profesional akan tahu bagian kulit mana yang aman, mengetahui letak-letak saraf di tubuh untuk menentukan lokasi pembuatan tattoo, serta hafal tekanan yang harus diberikan saat menggambar dengan mesin tattoo di kulit. Bila anda memilih tattoo artist yang tidak profesional, kulit bisa jadi akan tertusuk terlalu dalam oleh jarum tattoo, sehingga beresiko mengalami pendarahan dan pembengkakan.

Merusak Penampilan
Kecuali tattoo temporer, semua jenis tattoo bersifat permanen. Untuk itu anda harus benar-benar memikirkan untung dan ruginya bagi penampilan. Mungkin saja saat ini tattoo tersebut terlihat indah di kulit anda, namun belum tentu akan terlihat sama di usia senja nanti.

Membatasi Karir
Selain soal penampilan, pikirkan juga mengenai karir anda selanjutnya. Meski beberapa perusahaan di Indonesia atau di luar negeri mulai “membolehkan” karyawannya memiliki gambar tato di tubuh, tetapi jauh lebih banyak perusahaan yang tidak menerima karyawan bertattoo. Jadi, faktor seni dan keindahan tubuh bisa berujung pada terbatasnya pilihan pekerjaan anda.

Ditolak Menjadi Donor
Satu hal lagi adalah tentang rasa kemanusiaan, yaitu donor darah. Saat ini banyak negara yang menerapkan aturan tidak menerima donor dari seseorang yang memiliki gambar tato di tubuhnya. Hal ini tentunya karena persoalan higienitas dan penyakit yang dijelaskan sebelumnya. Jadi, pikirkan apabila suatu hari nanti darah anda sangat dibutuhkan oleh anggota keluarga atau seorang teman, padahal anda tidak dapat menjadi donor untuk siapapun. Tentu anda tidak ingin hal tersebut terjadi hanya karena ada gambar tatto di tubuh bukan?



Sumber : //http://id-id.facebook.com/note.php?note_id=176289405739671

NARKOBA ITU SANGAT BERBAHAYA !!!!!

Posting ini di maksudkan agar kita semua mengethui betapa bahayanya NARKOBA!!

Menurut MITOS banyak orang bilang penggunaan narkoba (ganja) sekli-kali tidak akan menyebabkan ketagihan. Ganja adalah "safe drug" (narkoba yang aman) karena bersal dari tanaman/herbal dibanding dengan putauw dan shabu. Tapi menurut KENYATAAN kebanyakan pecandu berat narkoba memulai dengan ganja.

Menurut MITOS yang lain sekedar coba-coba menggunakan narkoba itu tidaklah berbahaya. Tapi menurut KENYATAANNYA semua jenis narkoba berbahaya!! narkoba dapat menyebabkan kerusakan fisik dan perubahan psikologi bagi pemakainya, pengunaan narkoba yang berkepanjangan dapat mengarah kepada kecanduan. Tidak ada cara teraman untuk menggunakan narkoba.


Dibawah ini merupakan berbagai jenis narkoba dengan penjelasan dan efek yang ditimbulkanya.

HEROIN
Heroin adalah obat terlarang yang sangat keras dengan zat adiktif yang tinggi dan berbenuk butiran, tepung, ataupun cairan.
Heriub (kata lain dari heroin) "menjerat" pemakainya dengan cepat, baik secara fisik maupun mental, sehingga mengurangi usaha pemakaianya menimbulkan rasa sakit dan kejang-kejang bila konsumsinya dihentikan.
Gejala-gejala dari suatu usaha untuk berhenti memakainya adalah rasa sakit disertai kejang-kejang, kram di perut disertai rasa ingin pingsan (sawan), mengigil disertai muntah-muntah (sama seperti gejala penyakit DBD yang sudah parah), keluar ingus, mata berair, hilang nafsu makan, dan kehilangan cairan tubuh. Salah satu jenis heroin yang terkenl saat ini adalah "putauw". Putauw adalah heroin dengan kadar yang lebih rendah (heroin kelas 5 atau 6) yang berwarna putih.
Nama-nama lain yang di kenal ialah : Putauw, putih, bedak PT, white, etep, dll.


GANJA/CANNABIS
Cannabis/Ganja mengakibatkan ganguan mental yang di ikuti oleh kecanduan fisih dalam jangka waktu yang sangat lama.
Cannabis/Ganja mengandung zat kimia (delta-9tetrahydrocan-nabinol) yang mempengaruhi perasaan, penglihatan, dan pendengaran.
Efek-efek yang ditimbulkan Cannabis/Ganja adalah hilangnya konsentrasi, peningkatan denyut jantung, kehilanagn keseimbangan dan koordinasi tubuh, rasa gelisah dan panik, depresi, kebingungan atau halusinasi.
Nama-nama lain yang di kenal ialah : marijuana, gele, cimeng, ganja,  hash, kangkung, oyen, ikat, bang, labang, rumput atau grass, dll.




ECSTASY
Ecstasy merupakan zat psikotropika dan biaasanya diproduksi secara ilegal di dalam laboratorium dan dibuat dalam bentuk tablet atau kapsul.
Ecstasy mendorong tubuh anda bekerja diluar batas kemampuan fisik, akibatnya kekeringan cairan tubuh dapat terjadi oleh sebab pengerahan tenaga yang tinggi dan lama. Beberapa pengguna/pengkonsumsi ecstasy meninggal dunia karena terlalu banyak minum air akibat rasa haus yang berlebihan.
Efek yang di timbulkan ecstasy ialah diare, rasa haus yang berlebihan, hiperaktif, sakit kepala dan pusing, mengigil yang tidak terkontrol, detak jantung yang cepat dan sering mual disertai muntah-muntah atau hilangnya nafsu makan.
Nama-nama lain yang di kenal ialah : inex, I, kancing, dll.




ICE (SHABU-SHABU)
Ice adalah julukan untuk methaphetamine. Ice berwujud kristal dan tidak berbau serta tidak berwarna karena itu diberi nama "ice".
Ice memiliki efek yang sangat kuat pada jaringan saraf. Pengguna ice akan menjadi tergantung secara mental pada obat ini dan pemakaian yang lama dapat menyebabkan peradangan pada otot hati atau bahkan kematian.
Efek yang ditimbulkan oleh ice adalah penurunan berat badan, impotensi, sawan yang parah, halusinasi, kerusakan hati dan ginjal, kerusakan jantung, stroke dan bahkan kematian.
Nama-nama lain yang di kenal ialah : kristal, ubas, ss, mecin, dll.




AMPHETAMIN (STIMULANT SINTESIS)
Amphetamin adalah obat terlarang yang berbentuk pil, kapsul, tepung. Amphetamin adalah "pendorong" stimulant yang mengubah suasana hati. Satu tipe amphetamin memiliki efek perangsang yang sangat kuat pada jaringan syaraf, pengunanya sering menjadi tergantung pada obat ini secara mental. Tingkah laku yang kasar dan aneh sering dijumpai dikalangan pemakai yang kronis.
Efek yang ditimbulkan oleh penggunan amphetamin adalah penurunan berat badan, gelisah, penampilan seperti kurang tidur, tekanan darah tinggi, denyut jantung tidak beraturan, paranoid yang mendalam, pingsan akibat kelelahan.
Nama-nama lain yang di kenal ialah : Amphet, ectasy, speed, whiz, billywhizz, pep, pills, dll.






Sekarang kita tau bahwa Narkoba Itu Sangat Berbahaya!!!!!! Efek yang ditimbulkanya sama saja dengan menyiksa/menganiaya diri kita sendiri sampai mati!! Mulai dari detik ini kita harus menghapus atau melupakan keingintahuan rasa narkoba, kita juga harus menghapus atau melupakan keinginan untuk mencoba karena dari mencobalah  kita dapat terjerat oleh narkoba dan janganlah sekali-kali narkoba menjadi pelarian dari kebosanan dan kegetiran hidup. Narkoba bukanlah gaya hidup atau trend!! Maka siapkanlah mental baja kita untuk menghadapi pergaulan sehingga kita mampu menolak narkoba dengan tegas.

Semoga posting ini ada manfaatnya bagi yang membaca AMIEN...!!!



Sumber : Buklet majalah VARIA PIA ARDHYA GARINI edisi 27/Juli 2003
Semua gambar di ambil dari google.

SENAPAN SERBU AK 47

AK- 47 kependekan dari Avtomat Kalashnikov obrazet 1947g. Senapan serbu ini di arsiteki oleh MT Kalashnikov yaitu seorang mantan komandan tank AB Rusia. Senapan serbu ini diciptakan untuk menyaingi senapan serbu milik AS yaitu M16,Sampai saat ini lebih dari 50 negara yang mengunakanya.
AK-47 sangat solid dan pemeliharaannya pun tidak sulit, daya tahanhya hebat dan bisa di pakai di medan tempur yang amat keras. Harus di akui senapan serbu ini memang bandel, sekalipun terendam air dan masuk lumpur,ia masih berfungsi sampai dengan 10 magnasin tembakan,ujung larasnya pun masih tetap kokoh. Secara teknis, AK-47 adalah senapan yang digerakan oleh tekanan gas, ketika pelurunya di tembakan, gas atau tekanan udara akibat ledakan mesiu yang mendorongnya akan tersalur balik ke arah badan senapan melalui lubang kecil sekitar 10 centimeter dari ujung laras. Sentakan gas ini sebagian disalurkan ke atas laras melalui sebuah pembuluh untuk mendorong piston ke belakang. Sentakan balik inilah yang kemudian menggerakan secara simultan mekanik senapan. Sentakan otomatis ini dintaranya mengerakan palu pemukul peluru, pendorong kelongsong peluru (keluar),dan penaruh peluru baru dari magnasin. Tak kurang pentingnya dalm proses peletupan peluru ini adalah pegas atau per yang teknannya membantu menghentakan silinder piston.

AKS74U (varian dari AK-47) merupakan senjata favorit pimpinan Al-Qaeda, Osama bin Laden (sering terlihat dalam foto pribadinya).
Senapan serbu AK-47 juga digunakan pasukan Indonesia diantaranya oleh Tontaipur Kostrad dan Polisi Udara.
Saya pun pernah mencobanya (Di game CSZ II, hehehehe...)  dan saya mengakui bahwa AK-47 adalah senapan sebu paling bandel di dunia game CSZ II.



AK-47 memilki varian beberapa diandaranya yaitu AKS74U, AK Series 100, AK-47/S AKM, AK-74, RPK (Ruchnoi Pulemet kalashnikov), PK (Pulemet Kalashnikov).

Di bawah ini gambar beberpa varian AK-47



Sekian dulu bagi-bagi wawasanya semoga ada manfaatnya bagi yang membaca, Terimakasih.



Sumber : Majalah ANGKASA No 10 Juli 2002 Th XII.
Gambar : Hasil Searching Google